Bro, Tahu Gak Tempat Beli Helm Anak Di Mana..? 0
Kamis, 8 Jul '10 15:29

Hari ini seorang kawan yang tinggal di Batam nge-buzz ane via YM, nanya apakah ane tahu dimana bisa beli helm untuk anak..
============================================
A: BUZZ...! Bro, tahu gak tempat beli helm anak di mana?
B: Ya, bisa sih gw cariin, emang anak lo umur berapa? Mau ukuran apa?
A: Ya kalo bisa ukuran XXS untuk anak umur 2 tahun ke atas
B: kalo bisa anak lo jangan diajak naik motor deh bro, resiko euy..
A: bukan buat ngebut nih.. lebih safe kalo dia pake hel, duduknya didepan soalnya
B: nae motor apa tuh, ya ttp aja kalo udah diatas motor ada bahayanya oom. kasian aja sm anak ente
A: buat dekat2 aja kok bro, gw naik thunder 125
B: wah tetep aja kalo anak udah lo naikin motor bahayanya gede
A: ya gw tau, tapi kan deket bro, kalo jauh gw naik mobil
B: oke, kalo gitu tar gw beliin, tapi gw udah ingetin nih, resiko tanggung sendiri yak
A: oke bro, gw cabs dulu yak.
============================================
Kawan,
Resiko bisa datang kapan saja ketika kita mengendarai motor. Ada kawan yang baru saja keluar pagar ban depannya tersambar truk. Ada yang ketika sedang riding santai dengan matic , tiba-tiba diserempet.
Bagaimana dengan membonceng anak?
Kata seorang kawan, sebuah produsen helm baru memproduksi helm untuk anak usia 7 tahun ke atas jadi anak balita jelas tidak layak untuk naik motor. Terkadang ane kasihan ketika melihat seorang ibu dibonceng sang bapak, sementara si ibu menggendong balita di pelukannya, atau menjepit anak di tengah.
Rupanya belakangan ini himpitan ekonomi semakin membuat orang berani menentang bahaya dengan bertindak demikian. Seyogyanya jika kita masih menyayangi anak kita, janganlah kita ajak naik sepeda motor kecuali sudah cukup usia (16 tahun - menurut aturan pembuatan SIM). dan jangan pula membelikan anak kita sepeda motor sebelum ia cukup usia dan cukup matang mental untuk mengendarainya.
Kalau kata bro Ferdinand Neman dari FAST dalam artikelnya terdapat 5 hal yang membuat orang Ogah Safety yaitu:
- Underestimate -> meremehkan resiko
- Over confidence -> terlalu percaya diri
- Confident through arrangement -> percaya bahwa segala sesuatunya sudah aman
- Permissive -> terdapat suatu kondisi yang membuat malas safety, misal: "ah dekat ini, gak usah pakai sepatu ah".
- False resignation - > terlalu pasrah, misal: "kalau memang bakal celaka ya celaka saja lah".
Kelima hal tersebut menunjukkan rendahnya awareness alias sadar resiko, kalau orang sudah tidak kenal resiko maka keinginan untuk amannya akan mengecil dan cenderung mengabaikan aturan. Kalau kata kawan-kawan Road Safety Association (RSA) begini:

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.
sumber foto:
alonrider.wordpress.com
Tag: Helm, resiko, bahaya, anak, anak naik motor, chat, confident through arrangement, false resignation, helm anak, over confidence, permissive, underestimate
Terkait:
-
Lagi..Kecelakaan Menimpa Pengendara Bajaj Pulsar
Kamis, 27 Mei '10 14:15 -
Awas..Jangan Sampai Patah Seperti Ini!
Jumat, 14 Mei '10 19:25 -
Resiko..Buat Ente Aja Deh..!
Jumat, 14 Mei '10 19:18
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat